KONSULTASI : Syari’at Shalat Taubat & Shalat Hajat

LINE KONSULTASI VIA SMS : 0856-55865618

Tanya :

Assalamu’alaykum. Ustadz, apakah Shalat Taubat dan Shalat Hajat itu dianjurkan dan sesuaikah dengan tuntunan Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam? Jazakumullah khair.

Jawab :

>>Wa’alaykumus salam wa rahmatullah. Shalat Taubat disyari’atkan bagi seorang muslim yang terjerumus melakukan dosa. Maka ketika itu ia diwajibkan bertaubat dan disyari’atkan untuk melakukan Shalat Taubat. Diantara dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakar Radhiyallahu ’anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda;

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُوْمُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ {وَالَّذِيْنَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلَى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ}.

 

Tidaklah seorang melakukan dosa, lalu ia beranjak untuk bersuci, melakukan shalat, kemudian memohon ampun kepada Allah, malainkan Allah akan mengampuni dosanya. Kemudian beliau membaca firman Allah subhanahu wa Ta’ala, Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran : 135)”

(HR. Tirmidzi Juz 2 : 406, Abu Dawud : 1521, Ibnu Majah : 1395. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Adapun Shalat Hajat disyari’atkn bagi seorang muslim yang menginginkan suatu hajat (keperluan). Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam;

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوْءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجَّلًا أَوْ مُؤَخَّرًا

“Barangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan wudhunya, kemudian shalat 2 raka’at dengan menyempurnakan, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta, baik yang mendesak atau tidak mendesak.” (HR. Ahmad, dengan sanad yang shahih)

Berkata Syaikh ’Abdullah bin ’Abdurrahman Al-Jibrin Rahimahullah;

”Adapun shalat hajat, hadits yang menerangannya tidak masyhur, tetapi tidak mengapa melakukannya dan berdoa didalamnya setelah salam, karena ada kisah doa Abu Musa Radhiyallahu ’anhu dan doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada saudaranya setelah melakukan shalat dua raka’at.” Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: