KONSULTASI : Waktu yang Utama Untuk Melaksanakan Shalat

LINE KONSULTASI VIA SMS : 0856-55865618

Tanya :

Assalamu’alaykum. Ustadz, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa waktu utama shalat isya’ adalah mendekati sepertiga malam terakhir. Ini yang benar mana? Dan juga bagaimana dengan waktu Shalat zhuhur? Padahal kita disunnahkan melaksanakn tepat waktunya. Mohon penjelasannya. Jazakumulloh khair.

Jawab :

>>Wa’alaykumus salam wa rahmatullah. Waktu Shalat Isya’ yang utama adalah di akhir waktunya, yaitu pada pertengahan malam (bukan sepertiga malam yang akhir). Hal ini sebagaimana hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam bersabda;

وَوَقْتُ صَلَاةِ اَلْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اَللَّيْلِ اَلْأَوْسَطِ  وَوَقْتُ صَلَاةِ اَلصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ اَلْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ اَلشَّمْسُ

“Waktu shalat Isya’ hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit.” (HR. Muslim : 612)

Semua shalat fardhu utamanya di lakukan di awal waktu, kecuali Shalat Isya’ utamanya dikerjakan di akhir waktunya. Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata;

أَعْتَمَ النَّبِيُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى فَقَالَ إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِيْ

“Pada suatu malam pernah Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga penghuni masjid tidur. Kemudian beliau keluar dan Shalat (Isya’) dan bersabda, “Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku.” (HR. Muslim)

Diperbolehkan pula mengerjakan Shalat Isya’ di awal waktunya, namun waktu utamanya adalah pada pertengahan malam. Adapun untuk waktu Shalat Zhuhur, waktunya ada ada, yaitu :

1. Waktu normal, ialah ketika matahari telah tergelincir.

2. Waktu Ibrad, yaitu ketika udara sangat panas, maka di anjurkan untuk sedikit mengakhirkannya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa Sallam bersabda;

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

“Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam.”

(Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 1 : 512 dan Muslim Juz 1 : 615)

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: