KONSULTASI : Konsep Takdir

LINE KONSULTASI VIA SMS : 0856-55865618

Tanya :

Assalamu’alaykum. Bagaimana konsep takdir didalam islam, berkaitan dengan semua sudah dituliskan di Lauhul Mahfudz?

Jawab :

>>Wa’alaykumus salam wa rahmatullah. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin Rahimahullah menjelaskan; bahwa beriman terhadap takdir mengandung empat unsur, antara lain :

 

1. Al-Ilmu

Yaitu mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui segala sesuatu, baik yang telah lalu, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Baik yang berkaitan dengan perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala maupun perbuatan hamba. Semuanya diketahui-Nya secara global ataupun terperinci dengan Ilmu-Nya yang Dia bersifat dengannya secara azali (sebelum diciptakannya makhluk) dan abadi (selamanya, tidak ada akhirnya). Hal ini sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan;

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia mengetahuinya. Tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)” (QS. Al-An’am : 59)

 

2. Al-Kitabah

Yaitu mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menulis takdir setiap sesuatu hingga Hari Kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menuliskan takdir seluruh makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Hal ini sebagimana hadits yang diriwayatkan dari ’Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda;

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيْرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allah telah menuliskan takdir para makhluk(-Nya) lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim Juz 4 : 2653)

 

 

Al-Kitabah ini dibagi menjadi empat, antara lain :

Al-Kitabah Al-Azaliyyah, yaitu catatan takdir yang ada di Lauhul Mahfudz.

Al-Kitabah Al-Umriyyah, yaitu catatan takdir sekali seumur hidup, yakni pada waktu janin berumur seratus dua puluh hari (empat bulan).

Al-Kitabah Al-Hauliyyah, yaitu catatan takdir tahunan, yakni yang terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Al-Kitabah Al-Yaumiyyah, yaitu catatan takdir harian.

 

3. Al-Masyi’ah

Yaitu mengimani bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini adalah atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Al-Masyi’ah dibagi menjadi dua, antara lain :

Masyi’ah Syar’iyyah, yaitu kehendak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ridha, tetapi belum tentu terjadi.

Masyi’ah Kauniyyah, yaitu kehendak yang Allah Subhanahu wa Ta’ala belum tentu ridha, tetapi terjadi.

 

4. Al-Khalq

Yaitu mengimani bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang menciptakan segala sesuatu. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Pencipta, selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah makhluk. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: