KONSULTASI : Adzan Sesuai Sunnah

LINE KONSULTASI VIA SMS : 0856-55865618

Tanya :

Assalamu’alaikum. Bagaimana adzan yang sesuai  sunnah itu dan bagaimana adzan yang dilagukan itu dan apakah adzan yang dilagukan itu makruh hukumnya ? Mohon jawabannya.

Jawab :

>>Wa’alaykumus salam wa rahmatullah. Diantara kriteria adzan yang sesuai Sunnah adalah :

1. Muadzin berdiri menghadap kiblat

Ibnul Mundzir Rahimahullah berkata;

“Telah disepakati bahwa berdiri saat mengumandangkan adzan termasuk sunnah. Karena adzan tersebut menjadi lebih terdengar. Dan termasuk sunnah adalah menghadap kiblat saat mengumandangkan adzan. Karena para muadzin Rasulullah a dahulu adzan sambil menghadap kiblat.”

2. Menolehkan kepala dan leher ke kanan saat mengucapkan “Hayya ‘alash Shalah” & ke kiri saat mengucapkan “Hayya ‘alal Falah”

Hal ini berdasarkan hadits;

لَوَى عُنُقَهُ لَمَّا بَلَغَ “حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ يَمِيْنًا وَشِمَالاً وَلَمْ يَسْتَدِرْ

“Dia (Bilal Radhiyallahu ‘anhu) menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri ketika sampai pada ucapan “Hayya ‘alash shalah” dan dia tidak memutar tubuhnya.” (HR. Abu Dawud)

Muadzin hanya menolehkan kepala dan lehernya, sedangkan dadanya tetap menghadap kiblat dan kedua kakinya tidak bergeser dari tempat semula. Ini adalah pendapat Jumhur ulama’.

 

3. Memasukkan Dua Jari ke Dalam Dua Telinga

Berdasarkan hadits dari Abu Juhaifah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata;

رَأَيْتُ بِلَالاً يُؤَذِّنُ وَأَتَتَبَّعُ فَاهُ هَاهُنَا وَهَاهُنَا وَإِصْبَعَاهُ فِيْ أُذُنَيْهِ

“Aku pernah melihat Bilal Radhiyallahu ‘anhu adzan dan aku perhatikan mulutnya kesana-kemari dan dua jari-jarinya menutup kedua telinganya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi : 264)

4. Mengeraskan Suara ketika menyeru

Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ’alaihi wa Sallam;

Tidaklah jin, manusia, dan yang lainnya mendengar suara muadzin melainkan akan memberikan kesaksian di hari Kiamat.” (HR. Nasa’i : 625)

Adapun tentang melagukan adzan, jika dalam melagukan tersebut terlalu meliuk-liuk, maka inilah yang disebut dengan mulahhan (مُلَحَّنٌ), dan ini hukumnya makruh. Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: