KONSULTASI : Rasulullah Tidak Menshalatkan Jenazah yang Mempunyai Hutang

LINE KONSULTASI VIA SMS : 0856-55865618

Tanya :

Apakah benar orang mati karena bunuh diri dan masih mempunyai hutang harta Nabi Shalallahu ’alaihi wa Sallam dulu tidak mau menshalatkan dan bagaimana jika terjadi zaman sekarang?

Jawab :

>>Bismillah, benar Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa Sallam pernah tidak menshalatkan jenazah yang meninggal dengan masih memiliki hutang & jenazah yang meninggal karena bunuh diri. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu;

أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ كَانَ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ الْمُتَوَفَّى عَلَيْهِ الدَّيْنُ فَيَسْأَلُ هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ فَضْلًا فَإِنْ حَدَثَ أَنَّهُ تَرَكَ لِدَيْنِهِ وَفَاءٌ صَلَّى وَإِلَّا قَالَ لِلْمُسْلِمِيْنَ صَلُّوْا عَلَى صَاحِبِكُمْ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْفُتُوْحَ قَالَ أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ تُوُفِّيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فَتَرَكَ دَيْنًا فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِوَرَثَتِهِ.

“Sesungguhnya dibawakan kepada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa Sallam jenazah seorang laki-laki yang mempunyai (tanggungan) hutang. Maka beliau bertanya, “Apakah ia meninggalkan (harta) untuk (melunasi) hutangnya?” Jika dikatakan bahwa ia meninggalkan (harta) untuk melunasi hutangnya, maka beliau menshalatkannya. Jika tidak, maka beliau mengatakan kepada kaum muslimin, “Shalatkanlah jenazah sahabat kalian (ini).” Ketika Allah membuka kemenangan-kemenangan atas beliau, maka beliau bersabda, “Aku lebih berhak atas kaum mu’minin atas diri mereka sendiri. Barangsiapa dari kalangan kaum mu’minin yang meninggal dunia dengan (tanggungan) hutang, pelunasannya menjadi tanggunganku. Dan barangsiapa yang meninggalkan harta, maka (itu) untuk ahli warisnya.” (HR. Bukhari Juz 2 : 2176).

Diriwayatkan pula dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata;

أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ قَتَلَ نَفْسَهُ بِمَشَاقِصَ، فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ

”Pernah dibawa kepada Nabi Shalallahu ’alaihi wa Sallam seorang laki-laki yang mati bunuh diri dengan tombak, maka beliau tidak menshalatkannya.” (HR. Muslim Juz 2 : 978)

Tujuan Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa Sallam tidak menshalatkan kedua jenazah tersebut adalah sebagai peringatan bagi yang masih hidup agar tidak mudah berhutang & jangan sampai mati bunuh diri. Berkata Imam An-Nawawi Rahimahullah;

“Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa Sallam tidak menshalatkannya hanyalah untuk memotivasi manusia agar melunasi hutang semasa hidup mereka, dan berupaya melepaskan diri dari hutang tersebut agar mereka tidak terluput dari shalat Nabi Shalallahu ’alaihi wa Sallam. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemenangan-kemenangan kepada beliau, maka beliau kembali menshalatkan mereka dan melunasi hutang orang yang meninggal dunia, yang tidak meninggalkan harta untuk melunasi (hutang)nya.” (Syarah Shahih Muslim 60/11)

Namun, selama jenazah tersebut muslim, maka jenazah tersebut tetap harus dishalatkan (oleh muslim yang lainnya, tetapi hendaknya yang melakukan shalat bukan yang menjadi tokoh agama). Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah;

“Masyarakat umum boleh menshalatkannya. Adapun para tokoh agama yang menjadi panutan, jika mereka meninggalkan shalat atas jenazah tersebut, sebagai teguran atas yang lain dan untuk mengikuti perbuatan Nabi a, maka itulah yang benar. Wallahu a’lam.” (Majmu’ Fatawa, 24/289).

Wallahu a’lam

Advertisements

2 responses to this post.

  1. Posted by hadi on November 24, 2016 at 7:39 am

    Assalamualaikum wr wb.
    Salam persahabatan

    Perkenalkan, nama saya hadi putro . saya tinggal di jawa tengah. Sedikit berbagi kisah hidup saya, semoga dpt menjadi inspirasi bagi rekan-rekan yg sdg terjerat mslh hutang.

    2 tahun yg lalu saya pernah merugi dalam bisnis spare part dan oli hingga akhirnya terjerat hutang sampai dgn hampir Milyaran. Dari mulai mobil operasional s/d mobil pribadi raib. Dari merumahkan karyawan smp akhirny sy yg merumahkan diri..(lha wong bangkrut).

    Ada banyak ikhtiar yg sempat saya lakukan hanya demi kembali bangkit.
    Dengan sisa modal yg tidak seberapa, iseng ikut MMM. kandas. Mencoba peruntungan melalui paranormal, malah tambah susah. Dari kena tipu via transfer sampai uang dibawa lari.. ya pernah. Mencoba beli nomor togel (modal nanya-nanya ke dukun), alih-alih nomor yg diharapkan keluar, malah2 nomor dukunnya yg tidak bisa dihubungi lagi (judulnya kena tipu lagi). Mencoba mencari pinjaman online, malah disuruh transfer biaya administrasi ke nigeria. (untuk yg terakhir ini tidak jadi kena tipu).

    Pada diri saya terpatri : Lebih baik berusaha dan gagal daripada mengumbar aib diri dengan cara meminta orang utk mengerti kesulitan yg sedang sy hadapi. Apapun peluang yg datang, saya follow up. Konyol? Mungkin. Hanya saja, saya berkeyakinan bahwa orang baik pasti akan diketemukan dengan orang baik.

    Seiring berjalannya waktu,Allah bukakan jalannya jua. Di suatu sore saya dipertemukan dgn sebuah dompet. Melalui dompet itulah Allah turunkan cobaan sekaligus jalan yg merubah nasib saya.

    Saya katakan cobaan, karna saat itu saya tidak pegang uang sama sekali. Sedangkan dalam dompet tersebut selain identitas dan sim pemiliknya, juga berisi 4 Atm dari Bank yg berbeda sekaligus terdapat secarik kertas kecil yang diselipkan berisi 6 digit angka. Saya hanya menduga-duga saja bahwa angka tersebut adalah pin dari salah 1 Atm di dompet. Belum lagi ada uang 1,3jt rupiah dalam lembaran 100ribuan. Kan wow banget godaannya?

    Sejujurnya dalam lapar dan dalam desakan tagihan, ada godaan utk memiliki isi dompet tersebut. Hingga akhirnya saya putuskan utk mendatangi alamat yg tertera di dalam KTP. Sempat tanya sana-sini. Saat tiba di alamat yg tertera, saya tidak menyangka bahwa menurut warga sekitar, si pemilik dompet tersebut adalah salah satu pejabat daerah. Dan kebetulan lagi, beliau tergolong sebagai dermawan di kotanya. Bahkan katanya, beliau tidak segan utk membantu orang yg benar-benar sedang kesulitan. Entah dengan memberikan pinjaman, atau memberikan modal usaha.

    Setelah ngobrol panjang lebar dan akan pamit, saya tidak menyangka sama sekali bahwa saya diajak untuk bergabung dalam bisnis yg beliau kelola. Singkat cerita, melalui peluang dari beliaulah saya dapat membenahi keadaan perekonomian keluarga.
    Tentang hutang saya? saat saya menuliskan kisah hidup saya ini, hutang saya telah mendekati lunas hanya kurang sekitar dari 20jt saja.

    Jika saudara ingin turut bersilaturahmi dengan beliau, dgn tujuan untuk menawarkan investasi modal pada usaha yg saudara kelola, atau ingin mencoba peruntungan agar masalah hutang anda diberikan solusi, saya bersedia utk mengantarkan saudara pada beliau. Tenang saja, tanpa biaya apa2 kok.
    Atau sekedar berkeinginan utk berbagi tips tentang bagaimana cara penyelesaian hutang pada kartu kredit, KTA atau solusi hutang pada rentenir, saudara dapat menghubungi saya via e-mail di : . Utk nomor telfon / bbm by request yaa.

    Oh iya, agar sama-sama transparan dan utk menunjukan itikad baik, sy akan cantumkan identitas saya dalam email. paling tidak, saat kita bertemu anda tidak salah orang.

    Semoga saudara sekalian diberikan kemudahan dan kesabaran. Tetap semangat utk berikhtiar. Karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum tersebut merubahnya.

    salam.
    putrohadi9@gmail.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: