Ucapan yang Teguh Dalam Ilmu Tauhid

Tauhid merupakan hak Allah Shubhanallahu wa ta’ala atas para hambaNya.

Sebagaimana hadits dari Muadz Radhiyallahu anhu, ia berkata;

“Aku pernah dibonceng Nabi Shalallahu alaihi wa salam diatas seekor keledai, yang bernama ‘Ufair. Lalu beliau bersabda, “Hai Muadz, Tahukah engkau apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para HambaNya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambaNya ialah supaya mereka beribadah kepadaNya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya; sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, tidak perlukah aku sampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?” Beliau menjawab, “Jangan engkau menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka, sehingga mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri.”

(HR. Bukhari Juz 3 : 2701, Muslim Juz 1 : 30)

Kalimat tauhid Laa Ilaha Illallah adalah kalimat yang agung. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudry Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda;

“Musa Alaihissalam berkata, Wahai Rabbku, ajarkan kepadaku sesuatu untuk berdzikir dan berdo’a kepadaMu.” Allah Shubhanallahu wa ta’ala berfirman, “Katakan wahai Musa Laa Ilaha Illallah” Musa Alaihissalam berkata, “Wahai Rabbku semua hambaMu mengucapkan ini.” Allah Shubhanallahu wa ta’ala berfirman, “Wahai Musa, seandainya ketujuh langit dan penghuninya selain Aku serta bumi diletakkan pada daun timbangan, sedangkan Laa Ilaha Illallah diletakkan pada daun timbangan yang lain, maka Laa Ilaha Illallah niscaya lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

Dan seorang yang murni tauhidnya serta tidak menyekutukan Allah Shubhanallahu wa ta’ala dengan sesuatu apapun, maka Allah Shubhanallahu wa ta’ala akan memberikan ampunan meskipun dosanya sepenuh bumi. Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata, saya telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda, Allah Shubhanallahu wa ta’ala telah berfirman;

“Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi : 3540, hadits hasan shahih)

Demikian mukadimah Ucapan yang Teguh Dalam Ilmu Tauhid.
Selengkapnya silakan download buku dalam format CHM atau PDF atau DeJavu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: